formula Ultrarade
 
 
 








BULETIN DIALIFE
 
EDISI DESEMBER 2009

media informasi kesehatan dan komunikasi ginjal. terbit dwi bulanan



klik disini >



 
Untitled Document
   
 
   
 

Penyakit Ginjal yang sudah memasuki stadium 5 dengan gejala dan tanda uremia memerlukan terapi pengganti ginjal, ada tiga pilihan terapi di indonesia yang dapat dilakukan yaitu: CAPD, Hemodialisis, dan transplantasi ginjal. Dalam menentukan keputusan terapi apa yang ingin dilakukan sebaiknya berkonsultasi dahulu dengan dokter, keluarga dan mencari tahu informasi dari orang-orang yang sudah melakukan terapi tersebut. Banyak pasien yang berhasil melakukan transpalntasi merasa lebih nyaman dan bersemangat dikarenakan pasien dapat makan dan mimum dengan diet yang tidak terlalu ketat, dan tidak terikat oleh jadwal dialysis.

Apa yang dimaksud dengan transplantasi ginjal?

Transplantasi ginjal adalah suatu metode terapi dengan cara operasi dimana seseorang yang mengalami gagal ginjal menerima ginjal yang sehat dari pendonor yang masih hidup atau yang telah meninggal, untuk menganbil alih fungsi ginjalnya yang sudah tidak berfungsi lagi. Kedua ginjal yag lama tidak dibuang dan tetap pada tempat yang semula, kecuali kedua ginjalnya mengalami infeksi atau tekanan darah tinggi.

Ada berapa jenis transplantasi ginjal?

Ya. Ada dua jenis transplantasi ginjal: orang-orang yang berasal dari donor hidup dan orang-orang yang berasal dari berhubungan donor yang telah meninggal (non-living donor atau cadaver). Seorang donor dapat hidup seseorang di dekat Anda atau keluarga atau pasangan Anda atau teman dekat, dan dalam beberapa kasus seorang asing yang ingin menyumbangkan sebuah ginjal kepada siapa pun yang membutuhkan transplantasi.

Get Slim fast!
https://nutislic.com/
Click here!

Jenis pemeriksaan apa saja untuk memastikan ginjal donor memiliki kecocokan ?

Tim dokter akan memutuskan kecocokan dari ginjal donor melalui beberapa test yaitu :

  • Tes kecocokan golongan darah (blood Type Matching). Tes ini untuk melihat apakah golongan darah pasien dan pendonor sejenis.
  • Tes kecocokan jaringan (Tissue Matching). Tes ini untuk melihat kesamaan dari protein yang dinamakan HLA (Human Leucocyte Antigen yang ada dalam darah dan jaringan antara donor dan penerima donor. (recipient) Kecocokan 100 persen antara donor dan recipent sulit untuk dicapai kecuali kembar. Untuk itu dicari kompabilitas yang setinggi mungkin. Donor dan recipient dikatakan memiliki compatibilitas yang terbaik apabila terdapat kesamaan pada 6 set antigen, diikuti selanjutnya dengan 5 set antigen, 4 set antigen dan seterusnya. Namun saat ini dengan perkembangan obat –obatan obat anti-rejeksi atau imunosupresan memungkinkan dilakukannya transplantasi meskipun tidak terdapat kecocokan jaringan (zero antigen match). Atas dasar tersebut kecocokan jaringan dapat dianggap sebagai keuntungan (benefit) namun bukan sebagai prasyarat untuk kesuksesan transplantantasi ginjal.
  • Uji Cocok Silang (Crossmatching). Tes ini dilakukan untuk mengidentifikasi adanya antibodi dalam tubuh recipient yang dapat merusak HLA. Hasil tes positif menunjukkan adanya antibodi didalam darah recipient sehingga sebuah operasi transplantasi ginjal tidak mungkin untuk dilakukan. Sebaliknya hasil tes negatif menunjukkan tidak adanya respon negatif dari tubuh recipient sehingga operasi dapat dilakukan.

Apa yang terjadi saat proses transplantasi ginjal berlangsung ?

Saat operasi berlangsung pasien dibius total dan sepanjang operasi berlangsung tim dokter akan selalu memantau detak jantung, tekanan darah dan oksigen dalam darah paseien. Ginjal baru akan diletakkan di dalam perut sebelah bawah agar terlindung oleh panggul, kemudian menghubungkan pembuluh darah dan saluran kencing (ureter) ginjal baru tersebut ke pembuluh darah dan ureter penderita. Setelah terhubung, ginjal akan dialiri darah yang akan dibersihkan. Air kencing (urine) biasanya langsung diproduksi. Tetapi beberapa keadaan, urine diproduksi bahkan setelah beberapa minggu.

Improve your eyesight!
https://pinhole-glasses.eu/
Read more!

Mungkinkah terjadi penolakan tubuh terhadap ginjal yang baru ?

Terjadinya penolakan tubuh terhadap ginjal yang baru mungkin saja terjadi. Sistem pertahanan tubuh mungkin saja mengenali jaringan di ginjal yang baru sebagai benda asing yang masuk di dalam tubuh serta melakukan reaksi yang negatif terhadap ginjal yang baru. Untuk mencegah terjadinya reaksi penolakan ini, pasien perlu mengonsumsi obat-obatan diantaranya obat anti-rejeksi atau imunosupresan segera sesudah menjalani transplantasi ginjal. Obat-obat imunosupresan bekerja dengan jalan menekan sistem imun tubuh sehingga mengurangi risiko terjadinya reaksi penolakan tubuh terhadap ginjal cangkokan. Berkurangnya sistem imun dalam tubuh akibat obat immunosupresan akan menyebabkan tubuh lebih rentan terhdapa infeksi. Untuk itu pasien akan diberikan juga obat – obat antibactierial, antiviral dan antifungal.

Apa yang harus dilakukan pasien pasca transplantasi ?
Selain mengkonsumsi obat –obatan yang diberikan oleh dokter seumur hidupnya, pasien juga diharuskan secara berkala memeriksakan ginjalnya. Diet bagi pasien pasca transplantasi juga perlu dijalani. Pasien yang sebelumnya menjalani dialisis akan merasakan bahwa diet pasca transplant tidak akan seketat seperti saat dialisis.

Apakah transplantasi dapat dilakukan di indonesia ?

Ya. Sudah ada banyak rumah sakit di indonesia yang dapat melakukan transplantasi ginjal.( klik disini untuk daftar rumah sakit yang pernah menangani operasi transplantasi ginjal ) Seperti RSCM dan cikini, dengan biaya yang tentunya lebih murah daripada transplantasi di luar negri. RS cikini tercatat telah melakukan 277 kali transplantasi ginjal dan cikini 35 kali.

 
   
 

    Share on Facebook